Teknologi cerdas
dibuat aksesibel
Kami mulai dari orang yang paling dekat dengan masalahnya, lalu membangun dan menguji bersama mereka.
AI · visi komputer · embedded systems
kapabilitas
Riset
Kami dengar dulu.
Kode bisa menunggu. Kami mulai dengan ngobrol bersama orang yang akan memakai produknya, karena masalah yang nyata biasanya lebih spesifik dari brief awal.
Full stack
Kami pegang ujung ke ujung.
Model, perangkat, aplikasi, backend. Tim yang sama mengerjakan tiap lapisan, jadi keputusan teknis dan komprominya tetap terlihat.
Prototipe
Kami uji di luar ruangan.
Demo di lab sering terlalu rapi. Kami bawa prototipe ke tempat aslinya, lihat apa yang gagal, lalu ubah dari situ.
Aksesibilitas
Kami mulai dari kondisi yang paling ketat.
Kalau sebuah produk bekerja untuk orang yang ruang salahnya kecil, biasanya produk itu jadi lebih jelas dan lebih andal untuk orang lain juga.
proyek utama
Kacamata AI untuk
pelari dengan gangguan penglihatan.
“RunSight berawal dari Dimas, teman kami dengan cataract blindness yang tetap dekat dengan olahraga.”

proses
Insight paling penting datang dari obrolan. Awalnya kami kira masalahnya navigasi secara umum. Setelah observasi dan wawancara lapangan, kebutuhannya jadi lebih tajam. Berlari di lintasan publik berbeda dari berjalan di jalan.
Boleh salah, asal cepat belajar. Model pertama kami belum kuat menghadapi kondisi lintasan yang berubah-ubah. Daripada terus menambal, kami bongkar pendekatannya dan membangun pipeline berisi beberapa model kecil yang bekerja bersama.
Kalau ragu, lebih baik diam. RunSight memberi arahan kepada orang yang sedang bergerak cepat. Saat sistem tidak yakin, diam lebih aman daripada memberi arahan yang berisiko. Prinsip itu memengaruhi threshold, smoothing, dan cara suara dipakai.
pengakuan

2026
Global Ambassador
Samsung Solve for Tomorrow
Satu dari sepuluh tim yang dipilih di dunia, dan tim pertama dari Indonesia. Kami mempresentasikan RunSight di Milan pada Februari 2026.

2025
20 Besar Dunia
Samsung Solve for Tomorrow Global
Tim Indonesia pertama yang masuk babak global, dan satu dari dua tim dari Asia Tenggara dan Oseania.

2025
Juara 1 + People’s Choice
Samsung Solve for Tomorrow Indonesia
Menang kategori universitas di Indonesia dan mendapat pilihan audiens pada malam yang sama.
tim

Kaindra Rizq Sachio
Ketua Tim · AI

Muhammad Fazil Tirtana
Software

Ariq Maulana Malik Ibrahim
Hardware & IoT

Anthony Edbert Feriyanto
Produk
