Labmino

tentang

Kami membangun teknologi
untuk orang yang sering terlewat.

Kami mengerjakan masalah yang tidak cukup diselesaikan dengan demo. Prototipenya harus masuk akal di lapangan, bersama orang sungguhan, dengan batasan sungguhan.

awal mula

Kami tidak mulai dari ide produk. Kami mulai dari Dimas, teman dengan cataract blindness yang tidak pernah berhenti dekat dengan olahraga.

Kaindra Rizq Sachio, Ketua Tim

Labmino berawal dari empat orang yang ingin membuat sesuatu yang benar-benar berguna untuk seseorang. Bukan demo yang rapi. Bukan tugas yang selesai lalu dilupakan. Kami ingin membuat sesuatu yang dicoba di luar ruangan, saat kondisinya tidak serapi test case.

Ide pertama kami lebih luas, yaitu navigasi. Setelah observasi dan wawancara lapangan, masalahnya jadi lebih tajam. Untuk berjalan sudah ada alat bantu. Untuk berlari sendiri di lintasan publik, banyak orang masih bergantung pada guide runner. Dari situ RunSight lahir.

RunSight adalah proyek pertama kami. Cara membangunnya ikut terbawa sampai sekarang. Bicara dulu dengan orang yang terlibat, uji lebih cepat, masukkan keselamatan ke desain, lalu ubah prototipe saat kondisi nyata menunjukkan masalah.

Tim Labmino

misi

Kami membangun teknologi yang memberi orang lebih banyak ruang gerak, dimulai dari mereka yang paling sering tidak kebagian ruang.

Teknologi selalu memilih siapa yang cocok dengannya. Kami ingin pilihan itu dibuat dengan sadar. Kami mulai dari orang yang ruang salahnya paling kecil, lalu membangun ke luar dari sana.

Ini bukan belas kasihan. Ini cara engineering yang lebih baik. Kebutuhan yang sulit memaksa keputusan yang lebih teliti, dan keputusan itu biasanya membuat produk lebih rapi untuk semua orang.

nilai

Manusia dulu

Kami mulai dari orang nyata dalam situasi nyata. Teknologi harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan itu, bukan sebaliknya.

Bangun sampai bisa diuji

Prototipe baru berguna kalau bertemu kondisi nyata. Kami lebih peduli pada apa yang terjadi di luar lab daripada demo yang terlihat sempurna.

Catat yang kami pelajari

Kalau sesuatu berhasil, kami simpan alasannya. Kalau gagal, kami simpan juga. Masalah yang kami pedulikan lebih besar dari satu tim.

Pikirkan setelah showcase

Menang kompetisi bukan garis akhir. Pekerjaan ini lebih berarti kalau masih bisa dipakai setelah acaranya selesai.

pengakuan

Labmino di Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador di Milan

2026

Global Ambassador

Samsung Solve for Tomorrow

Satu dari sepuluh tim yang dipilih di dunia, dan tim pertama dari Indonesia. Kami mempresentasikan RunSight di Milan pada Februari 2026.

Tim Labmino merayakan pencapaian global

2025

20 Besar Dunia

Samsung Solve for Tomorrow Global

Tim Indonesia pertama yang masuk babak global, dan satu dari dua tim dari Asia Tenggara dan Oseania.

Tim Labmino memenangkan Samsung Solve for Tomorrow Indonesia

2025

Juara 1 + People’s Choice

Samsung Solve for Tomorrow Indonesia

Menang kategori universitas di Indonesia dan mendapat pilihan audiens pada malam yang sama.

Mau lihat apa yang sedang kami bangun?